Walikota Pesan Tiga Hal Dalam Perayaan Maulid 1433 H
Walikota Banda Aceh Ir. Mawardy Nurdin, M. Eng, Sc berpesan tiga hal pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1433 H yang di gelar di pelataran Balaikota Banda Aceh Kamis (14/2). Tiga hal tersebut adalah selalu meneladani dan mengaktualisasikan diri sesuai dengan tuntunan Rasul, kembali pada jati diri budaya aceh yang berkultur syariat dan meminta para pedagang agar menutup usahanya pada saat azan berkumandang lalu salat berjamaah.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, berlangsung meriah dan hikmat dengan hadirnya penceramah zuhud ustadz Zulkarnain Ridwani. Dalam acara tersebut juga dilakukan pemberian santunan secara simbolis kepada 10 anak yatim piatu.
Walikota menjelaskan peringatan Maulid sebagai wujud kecintaan kepada Rasulullah Muhammad SAW, sekaligus mempererat tali silahturahmi diantara aparatur PNS Pemerintah Kota Banda Aceh.
Sementara Ketua Panitia acara Maulid Drs. Ramli Rasyid dalam laporannya mengatakan, bahwa pihaknya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara itu. “Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut memberikan bantuan sehingga kegiatan ini dapat berlangsung. Dan semoga amal ibadah yang diberikan tersebut, menjadi suatu amal sholeh kita.” terangnya.
Dijelaskannya bahwa tujuan hakiki peringatan maulid tersebut adalah untuk mengaktualisasikan keteladanan Rasulullah SAW dalam rangka mewujudkan Kota Banda Aceh sebagai Model Kota Madani. Lebih lanjut dijelaskannya peringatan maulid tersebut melibatkan 60 SKPD dimana setiap SKPD menyediakan hidangan kenduri Maulid sebagai wujud partisipasi.
Ustadz Fikri Zulkarnain Ridwani dalam ceramahnya menyampaikan pesan bahwa peringatan maulid merupakan bukti kecintaan kita kepada Rasulullah SAW. Nabi Muhammad SAW mencintai kita, bukti kecintaannya yang pertama memilih hidup sederhana di dunia. Rosulullah memiliki kebiasaan sarapan dengan hanya seteguk zam-zam dan 2 buah kurma, serta tidur hanya beralaskan pelepah pohon kurma.
Ketika Allah SWT menanyakan apa yang dibutuhkan olehnya, Beliau menjawab, ” Ya Allah, aku tidak akan bisa senang jika ada satu umatku yang masuk neraka. “ Kedua, ketika ajal sudah dekat terjadi pada tanggal 12 Robiulawal, Allah SWT menjanjikan kemuliaan Rosulullah, bahwa pintu-pintu langit telah terbuka dan malaikat berbaris menunggu kedatangan ruhnya. Ia menanyakan nasib ummatnya sepeninggalnya, dan Allah Swt menjawab melalui perantaraan Malaikat Jibril, bahwa Allah melarang surga dimasuki umat lain sebelum umat Rasulullah memasukinya. Ketiga, ketika Malaikat Maut telah diutus Allah SWT untuk mengambil nyawanya, kalimat terakhir yang diucapkan Rasulullah SAW adalah sholati, annisa, ummati. Itu adalah wasiat terakhir Rosulullah pada para sahabat yang berkumpul ketika itu.
Rasulullah tidak memanggil bangsanya, sukunya, anak-anaknya namun umatnya. Ini adalah bukti cintanya pada kita. Sebuah pesan moral pada kita ummatnya, jika ingin hidup bersamanya di surga nanti, maka perhatikan dan perbaiki sholat kita. Sebab sholat adalah amal pertama yang akan dihisab.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut beberapa Muspida Kota Banda Aceh, para ulama cerdik pandai, para kepala SKPD dan PNS di jajaran Pemko Banda Aceh, para tokoh masyarakat, dan undangan lainnya.
Sumber : http://bandaacehkota.go.id
-
Meski Covid-19, Aceh Masih Bisa Berbuat Lebih Baik untuk Pertumbuhan Ekonomi
Kamis, 23 Juli 2020 -
Pemerintah Keluarkan Edaran Libur Idul Adha
Kamis, 23 Juli 2020 -
Sektor Pariwisata Aceh Harus Siapkan Diri dengan Konsep New Normal
Kamis, 23 Juli 2020 -
Tujuh Pasien Covid-19 Sembuh, Hasil Tracing Ditemukan Tujuh Kasus Baru
Kamis, 23 Juli 2020 -
Plt Gubernur Bersama Kepala SKPA Gelar Do’a untuk Kesembuhan Pasien Covid-19 Secara Daring
Rabu, 22 Juli 2020