Investor Malaysia Jajaki Impor Kopi Gayo
Takengon - Investor asal Malaysia dibawah pimpinan Mohd. Ali Zar Bin Mohd Dislan menjajaki kerjasama dengan pemerintah Kabupaten Aceh Tengah
“Kami tertarik dengan kopi gayo dan potensi sayuran dari Aceh Tengah”, kata Ali saat pertemuan di ruang kerja Bupati Aceh Tengah, jum’at, 29/11/13
Pertemuan dihadiri oleh Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin, yang turut didampingi oleh jajaran teknis terkait. Tampak pula beberapa pedagang dan eksportir kopi lokal
Ali mengaku kedatangannya untuk melihat lebih jauh proses produksi kopi dan potensi yang dapat dikembangkan lebih jauh.”Terutama kopi luwak, selama ini kami hanya melihat gambar dari internet, sekarang mau lihat langsung di lapangan bagaimana dihasilkan serta pengurusannya”, sebut Ali
Kedatangannya kali ini, menurut Ali turut membawa mitra dari China yang siap menampung kopi dari dataran tinggi gayo itu.”Kami mohon dukungannya semoga kerjasama bisa berlanjut”, kata Ali
Menanggapi kunjungan Investor Malaysia, Bupati Nasaruddin menyambut positif sembari menjabarkan gambaran umum potensi kopi arabica dan sumberdaya alam lainnya yang dapat dipasarkan
Nasaruddin mengatakan saat ini arabica gayo diproduksi diatas lahan 48 ribu hektar dengan produksi mencapai 27 ribu ton per tahun, dan telah diekspor lebih dari 16 negara di seluruh benua
Menurut Nasaruddin volume ekspor terus bertambah seiring dengan permintaan kopi dunia yang lebih menggemari kopi arabica organik seperti yang di produksi di Kabupaten Aceh Tengah
“Bila ingin berinvestasi, kami sarankan dapat masuk di sistem pengolahan, pengemasan dan pemasaran”, kata Nasaruddin kepada investor yang hadir
Nasaruddin menambahkan di kalangan pedagang lokal sudah terbiasa melakukan ekspor kopi, sehingga bila investor ingin melakukan kerjasama dapat melalui eksportir yang selama ini telah ada.”Kerjasama dengan pengusaha lokal lebih bagus,” ujar Nasaruddin
Di samping kopi, Nasaruddin juga menawarkan komoditi lain yang berpotensi di impor diantaranya sayuran seperti kentang, tomat dan berbagai jenis palawija biji-bijian, termasuk bahan baku bumbu.
Sumber: http://humas.acehtengahkab.go.id/
-
Meski Covid-19, Aceh Masih Bisa Berbuat Lebih Baik untuk Pertumbuhan Ekonomi
Kamis, 23 Juli 2020 -
Pemerintah Keluarkan Edaran Libur Idul Adha
Kamis, 23 Juli 2020 -
Sektor Pariwisata Aceh Harus Siapkan Diri dengan Konsep New Normal
Kamis, 23 Juli 2020 -
Tujuh Pasien Covid-19 Sembuh, Hasil Tracing Ditemukan Tujuh Kasus Baru
Kamis, 23 Juli 2020 -
Plt Gubernur Bersama Kepala SKPA Gelar Do’a untuk Kesembuhan Pasien Covid-19 Secara Daring
Rabu, 22 Juli 2020