Selamat Datang di Situs Resmi Pemerintah Aceh

Kereta Api Perintis Aceh Tabrakan

Umum Rabu, 11 Desember 2013 - Oleh acehprov

Krunggekueh - Jalur kereta api lintasan Krueng Mane – Bungkah – Krueng Geukeuh sepanjang 11,30 km rawan kecelakaan, pasalnya sepanjang rel tersebut tanpa ada pagar pembatas, sehingga warga masyarakat dengan mudah lalulalang melintasi rel.

Akibatnya mudah diduga, baru genap sepuluh hari beroperasi kereta api perintis Aceh jenis KRDI tabrakan dengan satu unit mobil taft BL 160 KK tepatnya dilintasan penyeberangan Desa  Blukai Teubai Kecamatan Dewantara Aceh Utara,Selasa (10/12)

Mobil dikemudikan oleh Sudirman warga Desa Blang Naleueng Mameh, Kecamatan Muara Satu Lhokseumawe baru saja pulang dari mengambil bibit ikan dikawasan pesisir pantai Blukai Teubai, namun saat tiba di lokasi penyeberangan tiba-tiba kereta api muncul dari arah Stasiun Bungkah menuju Stasiun Krueng Geukeuh dan tabrakan tak terhindarkan. Alhasil mobil taft tersebut ringsek sedangkan kereta api rusak dilambung depan.

Kecelakaan tersebut tidak ada korban jiwa, namun kejadian tersebut sangat mengejutkan warga sekitar dan para penumpang. Kereta api KRDI berangkat dari stasiun Krueng Mane seperti biasa pukul 8.00 WIB , sedangkan kecelakaan terjadi pukul 8.30 WIB.

Kepala Stasiun Kereta Api Krueng Geukueh, Arminizar yang ditemui di kantor Polsek Dewantara mengatakan, kereta api berangkat dari stasiun Krueng Mane pukul 8.00 WIB dengan penumpang sekitar 70 orang. Sesampai di jalur lintasan penyeberangan Desa Bluka Teubai tiba tiba mobil Taft keluar  dari jalan desa dan langsung terjadi tabrakan.

“Kereta api melaju sesuai dengan SOP yang telah diberlakukan yakni 30 km/jam, tidak lebih dari itu, karena kerera api perintis Aceh masih bersifat uji coba, sehingga manajemen tetap menerapkan kebijakan secara ketat dalam mengoperasionalkan kereta api,” katanya.

Beberapa waktu lalu Wakil Ketua DPR Aceh Drs Sulaiman Abda saat meninjau pelaksanaan operasional kereta api jalur lintasan Krueng Mane, Bungkah, Krueng Geukeuh telah mensinyalir bahwa jalur rel kereta api sangat rawan kecelakaan.

“Pihak manajemen PT KAI harus memperhatikan soal pagar pembatas rel kereta api karena sangat rawan kecelakaan jika tidak ada pembatas, soalnya warga masyarakat begitu seenaknya lalulalang dijalur lintasan berbahaya, makanya kta berharap PT KAI segera membuat pagar pembatas rel,” katanya.

Sementara itu Manager Humas PT KAI Divre I Sumut – Aceh Rapino Situmorang ketika dikonfirmasi terkait tabrakan kereta api dengan mobil taft mengatakan operasional kereta api tetap berjalan normal. “Operasional kereta api tetap berjalan normal di Aceh, soal kecelakaan, itu adalah musibah, dan tidak akan mengganggu aktivitas operasional kereta api Aceh,” ungkapnya.

Sumber : http://acehutara.go.id

 

Last Update Generator: 26 Apr 2026 08:12:36