Action Plan Kopi Aceh
Banda Aceh - rapat pembahasan pengembangan komoditas Kopi Aceh dibuka oleh Kepala Badan Investasi dan Promosi Aceh Iskandar, berlangsung di ruang rapat 1 BIP Aceh, hadir di dalam pertemuan tersebut Deputi Promosi Badan Koordinasi Penanaman Modal RI Dr. Ir. Himawan Hariyoga, M. Sc, Kementrian Perdagangan di wakili oleh Oke Nirwan, Dipl. Ing serta para bupati central penghasil kopi, seperti Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues dan Pidie, SKPA dan pengusaha yang turut hadir juga.
Pertemuan sangat interaktif Iskandar memaparkan beberapa materi mengenai pengembangan komoditas kopi gayo di Uni Eropa, pertemuan ini merupakan follow up event di Brussels- Belgia, pertemuan Gubernur Aceh dengan Dubes RI untuk Belgia pada acara Marketing Investment Indonesia (MII) Juni 2013, hasil pertemuan tersebut dilaporkan ke Presiden SBY pada Agustus 2013. Bantuan yang diharapkan Pemerintah Aceh kepada Dubes RI untuk Belgia adalah pembangunan pusat penelitian kopi, pengembangan agro industry kopi, mempromosikan kopi gayo sebagai kopi terbaik didunia dan mensosialisasikan kepemilikan sertifikasi Geographical Indication (GI) oleh masyarakat Gayo.
Menurut Oke Nirwan ini merupakan langkah awal yang tepat, apa yang direncanakan Aceh sejalan dengan rencana nasional bekerjasama dengan world bank kami akan mengembangkan kopi Indonesia, tujuannya awal adalah supaya kopi Aceh dikenal oleh pasar internasional. Ada yang unik demikian ujar Oke biasanya yang dijual adalah produk tetapi di Aceh berbeda cita rasa yang dipromosikan, karena jika rasa sudah di kenal maka produk pun akan dicari. Oke pun menjelaskan beberapa rencana jangka pendek dan panjang, beliau berharap Pemerintah Aceh lebih proaktif dengan menyelenggarakan event berskala international dengan mengundang buyer dan satu hal lagi yang terpenting kesiapan untuk pameran dan pembenahan pasca pameran.
Deputi Promosi BKPM mengapresiasi dengan iklim investasi di Aceh, karena menurut nya Aceh paling sering berpartisipasi dalam event yang digelar baik di luar negeri maupun dalam negeri. Beberapa point penting yang dijabarkan beliau investasi adalah cara yang efektif untuk pembangunan ekonomi, kita patut bangga karna Indonesia sekarang menjadi tujuan utama para investor mengalahkan Cina dan India. Himawan menyebutkan BKPM akan selalu siap membantu baik dalam action plan dan promosi dan agar lebih fokus untuk pemasaran domestik.
Bupati Bener Meriah mengeluhkan fluktuasi harga kopi, Ruslan Abdul Gani menyebutkan agar pelabuhan Krueng Geukueh bisa dimaksimalkan dan beliau juga mengharapkan untuk fokus didalam negeri karana pangsa pasarnya lebih banyak.
Perwakilan dari bupati Aceh Tengah M. Syukri menyebutkan GI belum didaftarkan di perjanjian perdagangan yang ada di Eropa, syukri berujar Surat Keterangan Asal (SKA) apa bisa dilimpahkan ke kabupaten/kota sehingga bisa lebih mudah dengan packing dan eksport, sistem resi gudang dan pasar lelang juga menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, beliau pun sepakat dengan Himawan dan Ruslan bahwa fokus untuk pemasaran didalam negeri perlu ditingkatkan.
Gayo Mountain telah didaftarkan oleh Belanda demikian petikan Kakanwil Hukum & HAM Aceh tetapi masa berlaku pendaftaran mereka telah habis pada tahun 2010, jadi jika ingin mendaftarkan sudah bisa atas kepemilikan kopi gayo tersebut, dalam waktu dekat diharapkan segera membentuk tim kecil untuk bertemu pada Maret 2014 untuk pendaftaran tersebut.
Pada akhir pertemuan Oke Nirwan mengomentari tiga point; pertama apa keuntungan GI, kedua mengundang investor dan resi gudang yang harus diperbaiki managementnya. Himawan menambahkan jangan dilupakan pasar domestik, aspek budidaya diperkuat sekaligus kelembagaannya dan identitas atau branding sangat diperlukan. Setelah semuanya memberikan masukan dan saran, Iskandar pun menutup pertemuan tersebut karena dilanjutkan dengan field visit kepelabuhan perikanan Lampulo, tujuan berikutnya ke kawasan Industri Ladong, pelabuhan Malahayati dan peternakan sapi milik PT. Lamora Kuta Malaka, Deputi Promosi BKPM RI dan rombongan disambut hangat oleh masing-masing leader kawasan investasi tersebut.
Sumber : http://acehinvestment.com
-
Meski Covid-19, Aceh Masih Bisa Berbuat Lebih Baik untuk Pertumbuhan Ekonomi
Kamis, 23 Juli 2020 -
Pemerintah Keluarkan Edaran Libur Idul Adha
Kamis, 23 Juli 2020 -
Sektor Pariwisata Aceh Harus Siapkan Diri dengan Konsep New Normal
Kamis, 23 Juli 2020 -
Tujuh Pasien Covid-19 Sembuh, Hasil Tracing Ditemukan Tujuh Kasus Baru
Kamis, 23 Juli 2020 -
Plt Gubernur Bersama Kepala SKPA Gelar Do’a untuk Kesembuhan Pasien Covid-19 Secara Daring
Rabu, 22 Juli 2020