DK3 Usung Penerapan Taman Vertikal Metode Sederhana
Banda Aceh - Dalam kehidupan perkotaan sekarang ini dengan segala pembangunannya yang serba cepat, agak sulit tampaknya untuk melakukan kegiatan perkebunan di dalam kota, pemikiran pesimis pada umumnya.
Kehidupan kota yang cenderung dikaitkan dengan pusat kegiatan, jasa, perekonomian dan pemerintahan kian hari minim lahan dan segala aktivitas pertanian dan perkebunan cenderung dikaitkan dengan kehidupan di pinggiran kota. Namun saat ini, mulai bermunculan trend baru yaitu berkebun di dalam kota.
Masyarakat perkotaan mulai merasakan kebutuhan penghijauan atau bahkan perkebunan di kehidupan sehari hari, kehidupan yang kembali menyatu dan selaras dengan alam seiring dengan pemahaman akan pentingnya lingkungan yang sehat di kawasan perkotaan. Tidak mempunyai halaman atau tanah yang cukup untuk melakukan penghijauan dan perkebunan bukan merupakan suatu hambatan. Saat ini banyak masayarakat perkotaan di kota-kota besar familiar dengan istilah vertical garden atau taman vertikal.
Metode penghijauan dengan memanfaatkan lahan minim untuk penghijauan secara keatas (vertikal), media tanam yang digunakan bisa bermacam-macam mulai dari pot-pot tanaman yang disusun secara vertikal dengan bantuan rangka kayu atau besi hollow, media hidroponik (media tanam tanpa tanah) yang diatur secara vertikal ataupun tanaman rambat.
Dalam menyambut adipura tahun 2014 kemarin, Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota Banda Aceh (DK3) telah menerapkan konsep vertikal garden secara sederhana yang diharapkan akan terus berkelanjutan dan berkembang. Untuk saat ini, konsep taman vertikal tersebut diterapkan pada elemen fisik kantor seperti pagar, sepanjang trotoar di depan kantor DK3, dan di taman dekat area parkir kendaraan.
Adapun jenis tanaman yang ditanam di media pot dan diletakkan di besi lingkar hollow pada pagar adalah Srigading (Nyctanthes arbor-tristis), Sri rejeki (Aglaonema sp), phylodendron, dan lili paris. Sementara itu di trotoar tanaman yang ditanam adalah Puring Kopi, Sop-Sop an, Beras Tumpah, Anthorium, dan Aglaonema Sumatra.
Penerapan taman vertikal ini kelak diharapkan sebagai contoh dan ajakan kepada masyarakat untuk menghijaukan Kota Banda Aceh. Cara yang sederhana, bisa dilakukan oleh siapa saja, dan mempunyai efek besar dalam menciptakan lingkungan kota yang hijau, asri, dan indah.
Sumber: http://www.kebersihan.bandaacehkota.go.id
-
Meski Covid-19, Aceh Masih Bisa Berbuat Lebih Baik untuk Pertumbuhan Ekonomi
Kamis, 23 Juli 2020 -
Pemerintah Keluarkan Edaran Libur Idul Adha
Kamis, 23 Juli 2020 -
Sektor Pariwisata Aceh Harus Siapkan Diri dengan Konsep New Normal
Kamis, 23 Juli 2020 -
Tujuh Pasien Covid-19 Sembuh, Hasil Tracing Ditemukan Tujuh Kasus Baru
Kamis, 23 Juli 2020 -
Plt Gubernur Bersama Kepala SKPA Gelar Do’a untuk Kesembuhan Pasien Covid-19 Secara Daring
Rabu, 22 Juli 2020