Investasi Air Mineral
Banda Aceh - Tawaran seputar investasi yang selama ini terkonsentrasi pada 3 sektor unggulan Aceh seperti Agro Industri, Infrakstruktur dan energi serta pariwisata kini sedikit bergeser pada ketersediaan sumber daya air di Aceh. Pertemuan yang dilakukan di hotel Hermes Palace Banda Aceh pada Senin (18/8/2014) beragendakan temu ramah untuk mengenal Aceh dan potensinya secara lebih dekat.
Seorang militer Angkatan Laut Malaysia yang bertugas di Departemen Pertahanan juga suami dari Putri Johor, Datuk Luthfi dan Tengku Mona beserta perantara Aceh-Malaysia bertemu dengan Badan Investasi dan Promosi (BIP) Aceh untuk pembicaraan awal investasi. Selain BIP Aceh, turut hadir dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh.
Netty Muharni selaku Kepala Bidang Promosi BIP Aceh memberikan gambaran dan menjelaskan potensi unggulan Aceh yang dapat dikembangkan oleh investor potensial. Untuk memberikan gambaran lebih jauh, BIP Aceh memberikan bingkisan berupa buku Detailed Plan untuk sepasang suami istri ini.
Diskusi yang berlangsung selama 2 jam ini, cukup interaktif dengan pertanyaan yang dilontarkan pihak Malaysia mengenai keadaan wilayah Aceh, perdagangan, ketentuan izin investasi hingga bertanya seputar keamanan dan hubungan dengan pemerintah jika berinvestasi. Setelah mengetahui gambaran secara umum, pembicaraan mulai terarah pada sektor ketersediaan air untuk konsumsi di Aceh.
Sang putri tertarik pada industri air mineral untuk konsumsi Aceh dan sekitarnya, karena selama ini yang diketahui, Aceh belum memiliki perusahaan air meineral berskala besar yang mampu disuplai ke seluruh Sumatera atau Indonesia pada umumnya. Sumber air menjadi kunci dari terlaksananya investasi ini, ujar Tengku Mona dari Johor ini.
Dalam diskusi ini terbersit mengenai kerjasama halal food karena Indonesia dan Malaysia merupakan negara dengan mayoritas penduduk muslim. Bahkan Aceh memiliki keistimewaan dengan Syariah Islamnya. Kemungkinan Aceh untuk menjadi pemasok produk halal di Asia Tenggara bisa saja terjadi.
Jonni selaku Kepala Bidang Perizinan juga memberi beberapa masukan dan kesiapan membantu pengurusan izin bagi investor yang benar-benar serius untuk menanamkan modalnya di Aceh. Semoga pertemuan pertama ini menjadi pemikat bagi pertemuan selanjutnya dan menuai hasil yang diharapkan semua pihak.
Sumber : investasi.acehprov.go.id/
-
Meski Covid-19, Aceh Masih Bisa Berbuat Lebih Baik untuk Pertumbuhan Ekonomi
Kamis, 23 Juli 2020 -
Pemerintah Keluarkan Edaran Libur Idul Adha
Kamis, 23 Juli 2020 -
Sektor Pariwisata Aceh Harus Siapkan Diri dengan Konsep New Normal
Kamis, 23 Juli 2020 -
Tujuh Pasien Covid-19 Sembuh, Hasil Tracing Ditemukan Tujuh Kasus Baru
Kamis, 23 Juli 2020 -
Plt Gubernur Bersama Kepala SKPA Gelar Do’a untuk Kesembuhan Pasien Covid-19 Secara Daring
Rabu, 22 Juli 2020