Pekan Raya Jakarta dan Penang Fair
Banda Aceh - Pagelaran pameran tahunan, Pekan Raya Jakarta (PRJ) dijadwalkan akan dilaksanakan pada awal Juni sampai awal Juli, dan Penang Fair pada November-Desember mendatang. Sebagai persiapan, Badan Investasi dan Promosi Aceh melaksanakan rapat persiapan untuk mengikuti event tahunan tersebut, rapat dilakukan pada Selasa (17/02/2015), yang dihadiri SKPA terkait, 23 kab/kota di Aceh beserta Ketua Dekranasda atau yang mewakili.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi sekaligus membangun brand image Aceh; aman, nyaman dan menyenangkan. Brand image Aceh perlu ditingkatkan, untuk memperbaiki iklim investasi” ungkap Iskandar, M.Sc selaku pimpinan rapat yang didampingi oleh kepala bidang promosi, Netty Muharni.
“Animo pengusaha dari Aceh untuk mengikuti Penang Fair masih kecil, sehingga diharapkan bupati/walikota didaerah Kab./kota bersama Dakranasda memberikan dukungan, agar para pengrajin daerah berkesempatan berpartsipasi dalam kegiatan tersebut,” ujar kepala BIP Aceh ini.
Pada penyelenggaraan pameran besar seperti ini, sudah selayaknya menjadi rebutan pengusaha kerajinan. Pada pengalaman sebelumnya, pengrajin seputar kota Banda aceh dan sekitarnya, sangat antusias dalam mengikuti pameran dalam rangka HUT Jakarta tersebut karena dapat meraup keuntungan besar juga dapat memperkenalkan handicraft Aceh. Berdasarkan hal itu, para pengrajin dari daerah didaulat untuk ikut serta dalam pamaeran tersebut. Sehingga produk Aceh yang diperkenalkan menjadi lebih banyak dan beragam.
Tahun 2015 direncanakan konsep stand lebih menarik dari Provinsi lain yang ada di Indonesia. Penting adanya trobosan baru untuk menarik pengunjung ke stand Aceh. Kesiapan materi seperti bahan cetakan, leaflet, produk unggulan daerah, produk kerajinan serta, produk makanan serta kesenian dan budaya yang dimiliki Aceh menjadi prioritas untuk disugguhkan.
PENANG FAIR
Untuk pameran Penang Fair lebih kurang diselenggarakan selama tiga puluh lima (35) hari. Event ini bertempat Tapak Pesta, sungai Nibung Pulau Pinang, Malaysia. Event ini serupa dengan PRJ, hanya saja kita memiliki kelebihan yakni berupa paviliun Aceh (red. Anjungan), selain Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara juga memilikinya.
Kuliner aceh menjadi prioritas yang dihidangkan di depan paviliun seperti Kopi, Mie Aceh, Ayam tangkap, dll. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung ke paviliun Aceh. Untuk itu, keikutsertaan Dekranasda menjadi harapan untuk menambah semarak yang ditawarkan di pavilion Aceh pada Penang Fair.
Materi ditampilkan dalam bahasa Inggris karena pameran ini sudah masuk skala luar negeri. Bahkan untuk brand image Aceh sendiri, di Malaysia sudah sangat bagus bahkan perantau asal Aceh menguasai delapan ribu (8 rb) kedai runcit (red. Toko kelontong) oleh orang Aceh. Lain halnya dengan warga aceh yang sudah jadi warga negara Malaysia, yang menanti untuk berkunjung ke Pavilion Aceh di Penang Fair.
Rapat ditutup dengan informasi pendaftaran ke-ikutsertaan kab/kota untuk PRJ dengan limit waktu tanggal 3 Maret 2015, agar dapat menghubungi CP. Razali, S. Sos 0811680868.
Sumber: http://investasi.acehprov.go.id
-
Meski Covid-19, Aceh Masih Bisa Berbuat Lebih Baik untuk Pertumbuhan Ekonomi
Kamis, 23 Juli 2020 -
Pemerintah Keluarkan Edaran Libur Idul Adha
Kamis, 23 Juli 2020 -
Sektor Pariwisata Aceh Harus Siapkan Diri dengan Konsep New Normal
Kamis, 23 Juli 2020 -
Tujuh Pasien Covid-19 Sembuh, Hasil Tracing Ditemukan Tujuh Kasus Baru
Kamis, 23 Juli 2020 -
Plt Gubernur Bersama Kepala SKPA Gelar Do’a untuk Kesembuhan Pasien Covid-19 Secara Daring
Rabu, 22 Juli 2020