Selamat Datang di Situs Resmi Pemerintah Aceh

Dukungan Pemerintah dan Swasta untuk Investasi, setelah kunjungan Jokowi di Sabang

Ekonomi Rabu, 25 Maret 2015 - Oleh opt3

Banda Aceh - Banyak hal ditindak lanjuti setelah kunjungan kerja RI 1 di pulau paling barat Indonesia, salah satunya seperti agenda rapat Senin lalu, bertempat di Ruang rapat I Badan Investasi Aceh, dengan dihadiri Kepala Disperindag Safwan Idris, Asisten II Setda kota Sabang, BPKS, Dinas teknis lainnya yang turut seta hadir. Dengan dipimpin oleh Netty Muharni, selaku Kepala Bidang Promosi rapat (23/03/2015) berlangsung tertib dan mengarah seperti yang telah di rencanakan.

Bagaimana dukungan Pemerintah dan pihak swasta untuk investasi di Sabang menjadi point penting pada rapat kali ini, seperti beberapa hal yang harus diselesaikan ke dinas teknis dan BPKS. M. Daud Imum selaku Asisten II Setdako Sabang menguraikan diantaranya KM O ( Kilometer Nol), Waduk Paya Seunara, Bandara Maimun, Listrik, Hotel, Kawasan Industri Balohan dan Perikanan.

Iskandar, kepala BIP mengharapkan adanya dukungan dari semua pihak untuk terwujudnya investasi di Sabang, karena 3 hal utama menurut mantan Deputi BRR adalah Pariwisata, Pelabuhan dan Jasa serta Perikanan demi kemajuan Sabang.

”Kawasan wisata harus didukung dengan transportasi yang sangat apik” demikian ucap kepala Bappeda Kota Sabang, harus juga di pikirkan untuk jangka pendek dan jangka panjang untuk investasi yang dijalankan, sehingga tidak terputus di tengah jalan jika hanya untuk jangka panjang saja. Misal di KM O sudah ada pipa tetapi tetapi air yang belum mengalir hingga sekarang.

BPKS yang dihadiri oleh Syafruddin Shan, menjawab bahwa penataan dan pembangunan KM O pada tahun 2015 masih berlanjut hingga selesai pada tahun ini, bangunan utama (tugu), penerangan dan lainnya, untuk destinasi  wisata selain diving dan snorkling akan ada pilihan wisata sepeti objek wisata sejarah, karena sebenarnya Sabang itu adalah kota sejarah nanti akan ada juga tugu prasasti. Visa on arrival juga akan ada di Sabang sehingga pengunjung yang ke sabang akan di berikan benyak kemudahan.

”Untuk Infrastruktur( jalan) menuju KM O dari Balohan sekitar 39 s.d 40 KM, disekitar jalan tersebut adalah area konservasi. Untuk hal tersebut Walikota Sabang pernah mengirimkan surat untuk izin pelebaran  yang termasuk kawasan tersebut kepada Menteri Kehutanan era Presiden SBY, tetapi jawaban dari mereka adalah menunggu Pemerintahan yang baru karena pada saat itu sedang berlangsung Pilpres” ujar M. Daud Imum.

Dinas Pengairan Aceh, Ade Surya menjawab dengan detail tentang Waduk Paya Seunara, ”pada tahun 2010 sudah selesai dikerjakan secara teknis dan siap untuk di isi dan digunakan. Lahan keseluruhan adalah sekitar 98 Ha. Masih belum dibebas kan hingga saat ini adalah 9,2 Ha, selebihnya sudah. Untuk diketahui Waduk Paya Seunara 100 meter diatas permukaan laut, sedangkan Aneuk Laot 50 meter diatas permukaan laut, jadi dapat dipastikan jika air terisi Aneuk Laot dapat di aliri air dari Paya Seunara. Akan tetapi hal penting lainnya adalah hutan disekeliling Paya Seunara perlu dijaga agar terjaganya air selalu kontinue, jika tidak maka 3 bulan akan kering. Untuk itu diperlukan aturan yang diterbitkan oleh Pemko Sabang untuk menjaga sekitar Waduk untuk di reboisasi”. Walaupun Pemerintah lebih dominan disini, tetapi swasta (investor) bisa masuk untuk hal ini.

”Airport Maimun Saleh masih belum memadai untuk kelas bandara Internasional, mobil pemadam kebakaran saja masih pinjam pakai, dan lampu runway mati, serta ada binatang (red. Babi) didalam area tersebut dan itu sungguh tidak layak untuk sebuah bandara” demikian urai Asisten II Setdako Sabang. Lain halnya dengan Pelabohan Balohan tempat parkir terminal dirasa sudah sempit, ada lahan yang harus dibebaskan untuk pelebaran terminal seta Pengadaan Kapal dikarenakan KMP BRR sudah snagat tidak layak, Asisten II mengusulkan agar pengadaan kapal seperti KMP Gajah Mada (kapal roro cepat) seperti yang pernah digunakan dulu sewaktu aceh menjadi freeport.

Point penting didalam investasi adalah Listrik hadir dalam hal ini Ahmad Mukhlis dari PLN Wilayah Aceh menjabarkan bahwa rata-rata pemakaian di Sabnag adalah 4,8 MW tetapi yang sudah ada saat ini adalah 8 MW. Dan akan dibangun kembali sebesar 6 MW (pengadaan sudah dilakukan di Pusat) sedang di Sabang sendiri sedang dalam pembebasan lahan, sehingga bisa cepat dibangun mengingat pentingnya asupan listrik untuk modal awal masuknya investor. Ada wacana juga untuk PLTNG ( Pembangkit Listrik Tenaga Gas) 4 MW untuk Sabang ada 4 lokasi yang sudah di survey dan wacana yang teranyar adalah kabel bawah laut dari Krueng raya – Jaboi anggaran yang dituhkan kira-kira 17 M. Semoga segera terwujud dengan dukungan dari berbagai pihak.

Untuk perikanan meminta izin usaha perikanan karena mereka belum memiliki sedangkan diakhir rapat Kawasan Industri di sampaikan oleh Kepala Disperindag bahwa lahan yang dikatakan kawasan industri ada baiknya dibebaskan jangan sampai kita telah mengundang calon investor investor untuk investasi di kawasan industri tetapi lahan masih belum ada, rapat ini ditutup dengan beberapa permasalahan yang telah terselesaikan.

 

Sumber: http://investasi.acehprov.go.id

 

Last Update Generator: 29 Apr 2026 03:43:24