Selamat Datang di Situs Resmi Pemerintah Aceh

BIP Aceh Hadiri Roundtable Discussion Regional Investment Potentials di BPM Jawa Timur

Ekonomi Jumat, 17 April 2015 - Oleh opt3

Surabaya - Bertempat di Kantor Badan Penanaman Modal Provinsi, Direktorat Asia Timur dan Pasifik, Kemenlu berkoordinasi dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia menggelar Roundtable Discussion Regional Potentials, Opportunity for Japan and South Korean Investors and Field Visits to Lamong Port and PT. PAL”.  10 Provinsi yang terpilih ikut berpartisipasi dalam acara ini; Provinsi Aceh, Provinsi  Jawa Timur, Provinsi Jawa Tengah,  Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Provinsi  Banten, Provinsi Riau, Provinsi  Sumatera Selatan, Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Sulawesi Selatan.

Acara ini diselenggarakan dengan tujuan mengidentifikasi potensi investasi daerah-daerah Indonesia yang diminati oleh Jepang dan Korea Selatan (ready-to-offer project), mengidentifikasi minat kalangan pebisnis Jepang dan Korea Selatan di Indonesia, dan  sarana bagi Kemenlu, BKPM, BPMPTSP Provinsi, Perwakilan RI di Seoul, Tokyo dan Osaka dan JETRO untuk mengkoordinasi kegiatan promosi investasi dalam rangka mendorong masuknya investasi Jepang dan Korea Selatan ke Indonesia.

Dalam sambutannya Kepala BKPM Jawa Timur menyampaikan pentingnya forum-forum yang fokus untuk membahas potensi investasi daerah seperti FGD guna menyiapkan investasi prioritas  oleh masing-masing provinsi di Indonesia.

Deputi Chief of Mission Kedutaan Besar RI di Tokyo menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara ke-empat tujuan investasi Jepang setelah Kamboja, India dan Banglades. Investasi yang diminati oleh Jepang adalah sektor manufaktur, metal, pertambangan dan infrastruktur.

Pentingnya roundtable meeting ditekankan oleh Deputi Promosi BKPM RI, Ibu Endang  untuk memfilter potensi investasi yang benar-benar ready-to-offer kepada calon investor yang nantinya akan diikutsertakan pada acara MII BKPM di luar negeri. Dalam promosi ready-to-offer proyek investasi, diharapkan tidak terjadi gap antara proyek yang ditawarkan dengan kenyataan di lapangan. Untuk meningkatkan layanan dan kemudahan berinvestasi, BPKM telah membentuk Tim Ad-hoc untuk menindaklanjuti kegiatan investasi di Indonesia.

Wakil Duta Besar RI untuk Tokyo menyampaikan setelah kunjungan Presiden RI, Joko Widodo, kepercayaan dan minat investor Jepang terhadap investasi di Indonesia semakin meningkat terutama di bidang;

Ketenagalistrikan
Infrasruktur
Industri padat karya
Industri produk substitusi impor
Industri yang berorientasi ekspor
Industri pengolahan hasil pertanian (hilirisasi)
Industri pengolahan pertanian
Maritim
Pariwisata
Saat ini Jepang telah berinvestasi di di Jawa Barat, Banten, Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan dan ingin melakukan ekspansi investasi ke wilayah lainnya.  Wakil Dubes RI untuk Tokyo ini menekankan pentingnya kesiapan masing-masing provinsi untuk menarik minat para investor Jepang dengan menyiapkan proyek potensial secara detil; lahan, perizinan yang singkat, dan koordinasi antara Pemerintah dan Pemda.

Duta Besar RI untuk Osaka, Ibu Ami, Dubes merupakan Sales Marketing Investasi Indonesia, jadi perlu dibekali dengan informasi-informasi potensi invstasi dari masing-masing provinsi.  Hal yang dikhawatirkan oleh investor; UMR yang tiap tahun berubah, adanya perbedaan regulasi antar pusat dan daerah, dan minimnya insfrastruktur pendukung investasi seperti jalan, listrik dan lainnya.  Peluang kerjasama:

Industri manufaktur
Industri perkapalan
Industri pengelolaan lingkungan hidup
Industri halal (hospitality, restoran)
Pariwisata
Industri pertanian
Industri pengelolaan lingkungan hidup
Pengelolaan tenaga kerja trampil
Satgas Diplomasi Ekonomi Kemenlu dibentuk untuk  membantu kegiatan terkait bidang perdagangan, investasi, pariwisata dengan melakukan sinergi antar semua stakehoder serta membantu perkembangan diplomasi ekonomi baik instansi pemerintah dan pemda guna mempercepat realisasi investasi.

Kepala PPI Seoul, Bapak Imam Soejadi  menyampaikan 12 perusahaan Korea Selatan yang akan melakukan investasi di Indonesia serta membutuhkan mitra lokal untuk melakukan kerjasama. Penting bagi Pemda untuk menyiapkan minimal 5 mitra lokal yang kompeten untuk disandingkan dengan perusahaan-perusahaan Korea tersebut.

Perwakilan JETRO Indonesia, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi luar biasa. JETRO sudah terbentuk sejak 1951, saat ini sudah mempunyai cabang di 55 negara dengan pekerja 1.500 orang. Perusahaan ini bergerak di bidang:

Konsultan bisnis untuk investor Jepang (1042 project in 2010 dan 4661 proyek pada tahun 2014)
Mendukung Investasi baru
JETRO, perusahaan asal Jepang yang berbasis di Surabaya menyampaikan bahwa Indonesia akan semakin menarik ke depan, salah satunya dikarenakan demografi Indonesia.

Beberapa faktor positif:

Peningkatan permintaan fasilitas dan bahan baku (China, Vietnam lebih beresiko secara bisnis dan Thailand lebih berisiko secara politik)
Upah tenaga kerja yang murah (daya saing Indonesia lebih baik dibandingkan Vietnam, China dan Thailand)
 

Negatif:

Infrastuktur dasar berada pada urutan 72 dari 144 negara dan logistik
Fleksibilitas dari labor market (buruh)
Faktor produksi (UMR meningkat, tarif listrik, dan tanah)
 

Nilai investasi Korea di Indonesia mencapai 1,127 milyar dolar berada di peringkat ke 7, sektor investasi; manufaktur, servis (33%), pertanian dan perikanan (5%)

Badan Investasi dan Promosi Aceh diwakili oleh Kepala Bidang Perizinan Ir. Jonni menyampaikan presentasi tentang peluang investasi di Aceh. Saat ini ada tiga fokus investasi yang ditawarkan, yaitu sektor agroindustri, infrastruktur dan energi dan sektor pariwisata.  Salah satu komoditas potensial di Aceh, sawit, dapat ditawarkan sebagai potensi energi (biomas). Selain itu, geothermal dan tenaga air juga sangat berpotensi untuk dieksplorasi sebagai energi terbarukan. Diharapkan pihak investor Jepang dan Korea mau  berinvestasi di Aceh, tentunya dengan dukungan penuh dari duta besar, IPP, Kemenlu, dan BKPM guna mendukung terwujudnya investasi oleh dua negara ini.

Hasil dari Roundtable Discussion sebagai berikut;

Potensi realisasi investasi oleh investor Jepang dan Korea sangatlah besar, namun terkendala oleh pemerintah terutama pemerintah daerah sendiri, seperti ketidaksiapan insfarastruktur pendukung (jalan, listrik, air), tidak adanya kepastian hukum, masalah lahan yang berbelit-belit, masalah perizinan;
Akan di filter potensi-potensi yang benar-benar sudah siap; Aceh, Batam, Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, untuk menyiapkan Feasiblity Study untuk proyek yang akan ditawarkan;
Pada bulan Oktober 2015 akan ada kunjungan dari investor Jepang dan Korea ke Indonesia, diharapkan daerah sudah siap dengan project proposalnya;
Feasiblity Study proyek dimaksud harus siap dalam dua minggu ini;
Perlu adanya follow-up untuk Roundtable Discussioni serta time-frame realisasi kegiatan investasi;
Perlu adanya koordinasi lebih lanjut antar semua stakeholder yang terlibat dalam kegiatan investasi dan kegiatan ini bisa dilakukan secara berkelanjutan.


Sumber: http://investasi.acehprov.go.id

 

Last Update Generator: 29 Apr 2026 08:17:08