Babak Baru Industri Migas Aceh
Jakarta – Gubernur Aceh, dr. H Zaini Abdullah bersama Menteri ESDM RI, Sudirman Said telah menyetujui perpanjangan kontrak kerjasama Wilayah Kerja Pengusahaan (WKP) Migas Blok Pase, Aceh, yang dilakukan oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK MIGAS), Amien Sunaryadi dengan Direktur Triangle Pase Inc. (TPI), Darren Michael Bromley, bertempat di Jakarta Convention Center, Jum’at (22/5).
Penandatanganan ini bertepatan dengan acara penutupan “The 39th IPA Convention and Exhibition 2015”. Menurut Zaini Abdullah, ini merupakan momentum bersejarah bagi daerah Aceh khususnya. Sebab sepanjang sejarah pengusahaan migas di Aceh sejak jaman penjajahan Belanda hingga saat ini masyarakat Aceh belum pernah berpartisipasi aktif dalam mengelola migas di Aceh .
Lewat perpanjangan kontrak pengelolaan Blok Pase tersebut, pemerintah Aceh melalui PDPA akan menjadi mitra aktif dalam suatu Joint Venture Company (Jovenco) Aceh Pase Global Energi (APGE) yang telah disepakati dengan Trianggle Pase Inc. Adapun jumlah saham yang dimiliki para pihak dalam Jovenco APGE tersebut adalah: 80 % PDPA dan 20 % TPI untuk lapangan yang sedang berproduksi, sementara jika ada penemuan baru akan dibagi 25 % PDPA dan 75 % TPI.
“Atas nama masyarakat Aceh, saya menyambut gembira atas penandatanganan perpanjangan pengelolaan WKP Migas Blok Pase, yang nantinya akan dikelola oleh APGE,” terang Doto Zaini, menunjukkan rasa syukurnya.
Lebih lanjut, Gubernur mengharapkan APGE segera melakukan langkah-langkah operasional di lapangan baik untuk meningkatkan produksi di lapangan yang sedang berproduksi maupun dalam upaya eksplorasi cadangan baru.
Area WKP Migas Blok Pase seluas 922 kilometer persegi, secara geografis terletak di wilayah dua Kabupaten yakni, Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Timur. Sejarah pengusahaan migas di blok tersebut dimulai sejak 1998 oleh Mobil Pase Inc. anak perusahaan ExxonMobil. Puncak produksi Blok Pase ketika dioperatori Pobil Pase adalah 120 – 140 juta kaki kubik gas per hari (MSCFD).
Karena produksinya terus menurun hingga tinggal 3 MSCFD, Mobil Pase menghentikan kegiatannya pada 2006. Sejak 2009 hingga 2012 Blok Pase diambil alih oleh Triangle Energy Glogal Limited dengan produksi gas rata-rata antara 2 – 3 MMSCFD dari sumur A-1 dan A-5. Jumlah produksi gas kedua sumur tua tersebut saat ini tinggal sekitar satu MSCFD, saja.
Sumber : http://humas.acehprov.go.id
-
Meski Covid-19, Aceh Masih Bisa Berbuat Lebih Baik untuk Pertumbuhan Ekonomi
Kamis, 23 Juli 2020 -
Pemerintah Keluarkan Edaran Libur Idul Adha
Kamis, 23 Juli 2020 -
Sektor Pariwisata Aceh Harus Siapkan Diri dengan Konsep New Normal
Kamis, 23 Juli 2020 -
Tujuh Pasien Covid-19 Sembuh, Hasil Tracing Ditemukan Tujuh Kasus Baru
Kamis, 23 Juli 2020 -
Plt Gubernur Bersama Kepala SKPA Gelar Do’a untuk Kesembuhan Pasien Covid-19 Secara Daring
Rabu, 22 Juli 2020