Pembukaan MTQ Provinsi Aceh Berlangsung Meriah
Suka Makmue – Upacara Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-32 Tingkat Provinsi Aceh yang dipusatkan di Alun-alun Suka Makmue, Ibu kota Nagan Raya, Rabu (19/8) malam, berlangsung meriah dan spektakuler. Kemeriahan semakin nampak ketika rombongan Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah tiba di Podium VIP, yang kemudian disambut dengan Display Marching Band.
Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Aceh ke-32 yang bertajuk “Mewujudkan Insan Cinta Kitabullah menuju Aceh Dinul Islam yang Berkah” ini secara resmi dibuka oleh Gubernur Zaini Abdullah, sekitar pukul 23.00 WIB.
Rangkaian pembukaan diawali dengan devile kafilah dari 23 kabupaten/kota. Disusul kemudian pembacaan ayat suci Alquran oleh Takdir Feriza Hasan dan sari tilawah oleh Zainon Hamidah.
Takdir Feriza merupakan qari Aceh peraih juara Turkey International Holy Quran Memorization and Recitation Competition di Istanbul, pertengahan Juli lalu. Selain Takdir Feriza, penampilan qari terbaik Internasional, H Darwin Harahap juga mampu ‘mengheningkan’ ribuan pengunjung arena MTQ.
Suara yang melengking pada bacaan bernada tinggi membuat ribuan pengunjung terdiam senyap, terkesima. Setiap ustaz asal Medan itu berhenti pada ujung ayat yang dibacanya, sontak para pengunjung berujar “Allah….Allah…Allah.” Tampak pula, sejumlah pengunjung yang berada di tenda sisi kanan arena utama terlihat terharu dan menitikkan air mata.
Pembukaan ditandai penekanan tombol sirene. Seketika, lampu di arena utama padam lalu terbukanya Al-Qur’an hidrolik, selanjutnya lampu hidup kembali beriringan dengan pembacaan Iqra’. Prosesi pembukaan juga padu dengan penampilan tari kolosal ‘Rameune Nagan’ yang melibatkan 500 penari siswa-siswi SLTA kabupaten setempat. Tarian ini merupakan kolaborasi seni bernuansa islami, khas daerah dan kreasi baru Nagan Raya.
Tampak di kursi VIP hadir, Sekda Aceh Dermawan, Wakil Ketua DPRA Sulaiman Abda, Asisten II Setda Aceh Azhari, Kadis Syariat Islam Aceh Prof Syahrizal Abbas, Karo Umum Setda Aceh T Aznal Zahri, Karo Humas M Ali Alfata, dan sejumlah pejabat Pemerintah Aceh. Selain itu, juga hadir Para Bupati/Walikota se-Aceh, Ketua MPU Aceh, Ketua MAA, para ulama, tokoh adat, jajaran Kanwil Kemenag Aceh, keluarga besar LPTQ Aceh, Pejabat dan pimpinan perusahaan, BUMN, dan ratusan tamu undangan lainnya.
Perhelatan akbar dua tahunan ini akan berlangsung hingga 26 Agustus 2015. Diikuti 1.227 peserta, dengan memperlombakan 10 cabang, yaitu Tartil Qur’an untuk putra dan putri, Tilawatil Qur’an (kanak-kanak, remaja dan dewasa) dan Cacat Netra.
Cabang lomba berikutnya adalah Qiraat Sab’ah (remaja dan dewasa), Hifzil Qur’an ((1, 5, 10, 20 dan 30 Juz) dan Tafsir Qur’an untuk golongan Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Kemudian, cabang Fahmil Qur’an untuk putra dan putri, Syarhil Qur’an putra putri, cabang Khatil Qur’an dan MMQ (Musabaqah Makalah Qur’an).
Rangkaian kegiatan MTQ Aceh ke-32 di ‘daerah penghasil batu giok’ itu juga diisi dengan pameran produk kreatif, pasar murah (bazar kuliner), seminar, wisata sejarah dan berbagai pagelaran kesenian bernuansa islami.
Gubernur Zaini Abdullah dalam sambutannya, mengatakan pelaksanaan MTQ sejatinya menjadi cerminan sekaligus seruan kepada seluruh ummat di dunia, bahwa sesungguhnya Islam adalah agama yang teduh dan damai. Islam cinta keadilan dan menjauhi kekerasan.
“Islam, juga menolak kebencian dan fitnah. Islam selalu menganjurkan persatuan, kebersamaan dan ukhuwah,” ungkap Doto Zaini, dengan penuh semangat dari Podium Utama arena MTQ.
Gubernur menyebutkan, bahwa Al-Qur’an yang merupakan Kalamullah diturunkan sebagai tuntunan dan pegangan bagi umat manusia. Dengan susunan kata yang indah, kalimat yang jelas dan terang, serta gaya bahasa yang mengagumkan, kitab suci Al-Qur’an merupakan sumber inspirasi yang tidak pernah kering. Pemahaman yang utuh terhadap nilai-nilai universal Al-Qur’an, lanjut Doto Zaini, juga dapat memberikan kontribusi dalam membangun tatanan dunia yang aman, adil, dan bermartabat. Ditegaskan, dalam konteks pelaksanaan pembangunan, MTQ mengemban misi yang sangat mulia sekaligus strategis, yakni menguatkan pembangunan akhlak masyarakat. Di samping itu, kata Gubernur, MTQ juga merupakan wahana mencetak generasi Qur’ani, yaitu generasi yang mencintai segala yang terkandung dalam Al-Qur’an. “Baik itu seni lagu dan tulisannya, isi dan kandungannya, juga nilai dan tuntutan kehidupan yang ada di dalam Al-Qur’an,” terang Zaini Abdullah, yang turut memberikan apresiasi kepada tuan rumah, atas kerja keras dalam menyukseskan acara ini.
Menurut Gubernur, generasi Qur’ani harus mampu menyerap nilai-nilai Al-Qur’an dan menjadi agen-agen perubahan dalam tatanan masyarakat yang adil dan bermartabat. “Sehingga dengan semangat ini kita mampu menjadikan Aceh sebagai negeri yang Baldatun Tayyibatun Warabbun Ghafur, yaitu negeri yang aman, sentosa, adil dan makmur di bawah lindungan Allah SWT,” imbuh dokter lulusan USU Medan ini. Dalam kesempatan itu, Gubernur mengajak Abu-abu, para ulama dan tokoh pesantren di Aceh untuk terus memberikan pemahaman keagamaan kepada masyarakat dengan tata cara yang teduh dan toleran sesuai azas Islam. Kepada Dewan Juri, Doto Zaini juga meminta untuk benar-benar memberikan penilaian secara objektif, dalam menentukan sang juara terbaik. “Kita berharap, qari dan qariah yang ikut dalam MTQ ini kelak mampu mengharumkan citra Islam dan nama baik Aceh di tingkat yang lebih tinggi,” pungkas Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah.
Arena Perlombaan
Panitia pelaksana telah menetapkan lokasi pelaksanaan berbagai perlombaan kegiatan, antara lain Arena Utama di Alun-Alun Suka Makmue, arena kedua berada di Kantor Dinas Syariat Islam Kabupaten Nagan Raya, arena ketiga berada di Kantor Baitul Mal, arena keempat di Kantor Bappeda, arena kelima di Kantor Kementerian Agama, arena keenam berada di Kantor Dinas Bina Marga, arena ketujuh berada di Kantor Dinas Kesehatan, dan arena kedelapan berada di Aula SKB, Nagan Raya. Khusus penginapan, kontingen ditempatkan di rumah-rumah penduduk. Arena utama MTQ dipusatkan di Alun-alun Pusat Pemerintahan Nagan Raya di Suka Makmur. Di arena yang luasnya 10 hektar itu terdapat panggung Tilawah yang megah dan ratusan stan, yang fungsikan sebagai pusat pasar murah. Selain itu, Pemkab Nagan Raya juga telah membangun gedung serba guna di kompleks arena MTQ.
Sumber: http://humas.acehprov.go.id/
-
Meski Covid-19, Aceh Masih Bisa Berbuat Lebih Baik untuk Pertumbuhan Ekonomi
Kamis, 23 Juli 2020 -
Pemerintah Keluarkan Edaran Libur Idul Adha
Kamis, 23 Juli 2020 -
Sektor Pariwisata Aceh Harus Siapkan Diri dengan Konsep New Normal
Kamis, 23 Juli 2020 -
Tujuh Pasien Covid-19 Sembuh, Hasil Tracing Ditemukan Tujuh Kasus Baru
Kamis, 23 Juli 2020 -
Plt Gubernur Bersama Kepala SKPA Gelar Do’a untuk Kesembuhan Pasien Covid-19 Secara Daring
Rabu, 22 Juli 2020