Selamat Datang di Situs Resmi Pemerintah Aceh

Gubernur: Target kita, Aceh Lumbung Pangan Nasional 2017

Umum Sabtu, 12 September 2015 - Oleh opt1

Blangpidie - Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah, yang diwakili Asisten Bidang Keistimewaan, Pembangunan dan Ekonomi Sekretaris Daerah Aceh, Azhari Hasan, Kamis (10/9), me-launching Gerakan Peumakmu Nanggroe sekaligus melakukan Panen Raya MT Gadu 2015 di Gampong Lhueng Tarok, Blangpidie, Aceh Barat Daya.

Peluncuran “Gerakan Peumakmue Nanggroe” itu dimanfaatkan Bupati Aceh Barat Daya Jufri Hasanuddin, untuk menyampaikan penghargaan kepada Keujruen Blang dan ketua kelompok tani terbaik yang akan diberangkatkan umrah. “Umrah gratis ini sepenuhnya dibiayai oleh Pemkab Abdya,” sebutnya.

Kabupaten Aceh Barat Daya memiliki 8.904 hektar lahan sawah basah dan 13.800 hektar lahan sawah kering. Namun yang membanggakan bukanlah soal luas lahan, melainkan produksi padinya yang mencapai 8,6 ton gabah kering panen (GKP) per hektar. Produksi ini sangat mengagumkan, sebab umumnya di daerah lain produksi padinya berkisar 7–7,5 ton per hektar. Bisa dikatakan, produksi padi di wilayah ini merupakan yang terbesar di Indonesia.

Hasil tersebut menjadi bukti nyata keseriusan Pemkab Abdya bersama penyuluh dan Kodim 0110/Abdya dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional.

Bupati Jufri Hasanuddin mengatakan, keberhasilan Abdya dalam pertanian padi tahun ini merupakan hasil kerja keras semua komponen dan kekompakan para petani, dalam menerapkan pola tanam serentak. “Atas keberhasilan ini kami ingatkan kepada para petani agar tidak lupa membayar zakat karena hasil yang melimpah ini merupakan rezeki dari Allah SWT yang patut disyukuri,” kata Bupati.

Panen padi tersebut merupakan panen raya serentak terbesar di wilayah Aceh dan menjadikan Abdya sebagai salah satu wilayah lumbung padi terbesar di Aceh yang dapat meningkatkan ketahanan pangan.

Panen Raya ditandai dengan pemotongan padi secara simbolis oleh Gubernur yang diwakili Asisten II Sekda Aceh Azhari Hasan, bersama Direktur Seralia Dirjen Tanaman Pangan Kementan RI, Nandang Sunandar, Bupati Abdya Jufri Hasanuddin, Wakil Bupati Erwanto, Kepala Bappeda Aceh Abubakar Karim, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Aceh, Iskandar Idris, Kadistan Aceh Lukman, dan unsur Forkopimda Abdya.

Gubernur Aceh dalam teks pidatonya mengatakan, Pemerintah Aceh akan terus berupaya menjadikan sektor pertanian sebagai pilar utama pembangunan daerah, tentunya dengan upaya khusus yang bisa meningkatkan hasil pertanian. “Kita bahkan menargetkan pada tahun 2017 Aceh menjadi wilayah dengan predikat lumbung pangan nasional,” ungkapnya.

Pemerintah Aceh juga memberi apresiasi terhadap keberhasilan yang dicapai petani Abdya.“Pada tahun-tahun sebelumnya, hasil pertanian Aceh sekitar 1,8 juta ton per hektar saja susah untuk diwujudkan, namun tahun ini hasil panen 2,5 juta ton per hektar bisa dicapai oleh para petani di Aceh, termasuk para petani yang ada di Abdya dengan hasil maksimal yang kita lihat saat ini,” kata Azhari.

“Prestasi ini tentunya harus kita pertahankan. Kalau bisa ditingkatkan, tentu lebih baik lagi. Untuk itu saya menghimbau para petani di seluruh wilayah Abdya untuk mematuhi seruan Bupati Abdya yang mengajak para petani untuk terus melakukan tanam padi secara serentak,” tambah Azhari Hasan.

Atas keberhasilan yang telah dicapai petani Abdya tahun ini, Pemerintah Aceh membantu para petani Abdya dengan menyalurkan mesin pemanen padi (combine harvester mini) sebanyak 4 unit, handtraktor 12 unit, pompa air 7 unit, mesin kilang padi 1 unit dan alat perontok padi (power thresher) sebanyak 10 unit.

Ini dia 5 Pesan Gubernur untuk mencapai Aceh Lumbung Pangan Nasional :
1. Manfaatkan semua lahan-lahan terlantar agar proses ekstensifikasi lahan pertanian bisa ditingkatkan, di samping program intensifikasi yang sudah berjalan.
2. Optimalkan peran penyuluh secara maksimal.
3. Alih fungsi lahan agar dapat dikendalikan dengan baik, sehingga tidak ada lahan pertanian yang terkena dampaknya.
4. Dewan ketahanan pangan bersama unsur terkait lainnya agar memperkuat koordinasi dan pembenahan lembaga dalam mengimplementasikan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) agar target pembangunan ketahanan pangan Aceh bisa kita capai.
5. Tingkatkan kerjasama dan koordinasi dengan kelompok tani, sehingga setiap persoalan yang dihadapi petani dapat diselesaikan bersama-sama.

Sumber : humas.acehprov.go.id

 

Last Update Generator: 30 Apr 2026 01:30:35