Hari Guru Nasional 2015: Guru MAN “Tungkob†Diundang ke Jakarta
Jakarta - Salah seorang guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Darussalam, Kabupaten Aceh Besar yang lebih dikenal dengan MAN Tungkob, Nurchaili, S.Pd. diundang ke Jakarta untuk menerima penghargaan sekaligus mengikuti puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2015 yang berlangsung di Gedung Istora Senayan, Jakarta 24 November 2015.
Kesempatan berharga ini diperolehnya setelah ia terpilih sebagai salah seorang peserta Simposium Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Tingkat Nasional Tahun 2015 melalui jalur online sebagai peserta karya. Karya tulisnya yang berjudul “Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XII-IPA1 pada Materi Mineral Unsur Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Kampung Mineral di MAN Darussalam Kabupaten Aceh Besar Tahun Pelajaran 2012/2013” menjadi bagian dari 200 karya terbaik dari 3.366 karya GTK dari seluruh Indonesia yang masuk ke panitia.
Kegiatan simposium telah berlangsung di Istora Senayan Jakarta, Senin (23/11/2015). Sebanyak 250 karya terbaik dari berbagai kategori lomba berupa metode pembelajaran, alat peraga pendidikan, dan inovasi pembelajaran disajikan dan dipamerkan dalam kegiatan tersebut. Menurut Dirjen GTK, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Sumarna Surapranata selain mendapat hadiah, karya terbaik akan diunggah ke website resmi sehingga bisa menjadi open source untuk peningkatan kualitas pendidikan.
Sementara puncak peringatan HGN Tahun 2015 yang diikuti oleh 12.500 guru dari seluruh Indonesia turut dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang didampingi oleh Ibu Negara Iriana Jokowi. Acara berlangsung tepat pukul 10.00 WIB yang diawali dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya secara bersama-sama. Dalam sambutannya Jokowi menegaskan guru berperan penting dalam pendidikan karakter bangsa. Menurutnya guru adalah agen perubahan karakter bangsa.
Guru memiliki pengaruh yang kuat dalam membentuk karakter anak didiknya. “Nilai-nilai seperti etos kerja, kerja keras, integritas, kejujuran, optimisme, disiplin, gotong-royong, bisa ditumbuhkan dan menjadi kebiasaan di ruang kelas” kata Presiden.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menegaskan, peran guru begitu mulia untuk membangun masa depan Indonesia. Ia mengajak semua guru untuk menunjukkan pada bangsa tercinta ini bahwa guru Indonesia adalah guru pembelajar. Guru yang selalu hadir sebagai pendidik dan pemimpin bagi anak didiknya. Guru yang hadir mengirimkan pesan harapan. Guru yang menjadi contoh tentang ketangguhan, optimisme dan keceriaan.
Acara yang mengusung tema “Guru Mulia Karena Karya” ini mestinya berlangsung pada tanggal 25 November, namun dimajukan disesuaikan dengan agenda kegiatan Presiden. Pada kesempatan ini Jokowi memberikan penghargaan kepada guru berprestasi dan berdedikasi dengan menyematkan Satyalancana Pendidikan. Selain itu Mendikbud Anies Baswedan juga turut menyerahkan penghargaan kepada guru-guru terbaik lainnya dari seluruh Indonesia.
-
Meski Covid-19, Aceh Masih Bisa Berbuat Lebih Baik untuk Pertumbuhan Ekonomi
Kamis, 23 Juli 2020 -
Pemerintah Keluarkan Edaran Libur Idul Adha
Kamis, 23 Juli 2020 -
Sektor Pariwisata Aceh Harus Siapkan Diri dengan Konsep New Normal
Kamis, 23 Juli 2020 -
Tujuh Pasien Covid-19 Sembuh, Hasil Tracing Ditemukan Tujuh Kasus Baru
Kamis, 23 Juli 2020 -
Plt Gubernur Bersama Kepala SKPA Gelar Do’a untuk Kesembuhan Pasien Covid-19 Secara Daring
Rabu, 22 Juli 2020