Batik Air Berikan Alternatif Penerbangan Baru
Banda Aceh - Penerbangan perdana Batik Air merupakan simbol kehadiran perusahaan penerbangan dari maskapai yang merupakan bagian dari Lion Group tersebut. Kehadiran Batik Air dengan alternatif rute baru, yaitu Bandara Sultan Iskandar Muda-Halim Perdana Kusuma, Jakarta.
Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh dalam sambutannya saat meresmikan penerbangan perdana pesawat Batik Air yang melayani rute Bandara Iskandar Muda, menuju Bandara Halim Perdana Kusuma.
“Selama ini kita ketahui penerbangan dari Aceh menuju Jakarta hanya berhenti di Bandara Soekarno–Hatta. Mulai hari ini, Maskapai penerbangan Batik Air hadir di Aceh untuk melayani masyarakat yang ingin berhenti di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta,” terang Gubernur.
Kehadiran Batik Air dengan Rute baru tersebut, diyakini Gubernur akan mendapatkan sambutan positif dari masyarakat Aceh.
“Untuk itu, atas nama rakyat dan Pemerintah Aceh, kami mengucapkan Selamat Datang kepada Maskapai Penerbangan Batik Air di Bandara Iskandar Muda. Semoga kehadiran penerbangan ini semakin memudahkan masyarakat dunia untuk berkunjung dan mengenal lebih dekat Aceh dan keragamannya.”
Menurut Gubernur, kebutuhan transportasi di Aceh akan terus berkembang seiring percepatan pembangunan yang berjalan di Bumi Serambi Mekah ini. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan, bahwa awalnya, Bandara SIM hanya melayani satu penerbangan setiap harinya yang menghubungkan Banda Aceh ke Medan.
“Namun dalam 10 tahun terakhir ini, frequensi penerbangan itu meningkat pesat. Bahkan sekarang Bandara Iskandar Muda telah berpredikat sebagai Bandara Internasional yang setiap harinya melayani belasan penerbangan, termasuk rute internasional dan kabupaten/kota di wilayah Aceh.
Dalam beberapa tahun mendatang, Gubernur meyakini frekuensi penerbangan di Aceh akan terus meningkat lagi. Perbaikan fasilitas yang tersedia di Bandara Sultan Iskandar Muda, yang saat ini juga sudah cukup lengkap diyakini mampu menggenjot jumlah penerbangan dan kunjungan wisatawan.
“Kita boleh berbangga, sebab Bandara SIM termasuk salah satu yang terbaik di Indonesia. Mudah-mudahan predikat itu bisa kita tingkatkan, sehingga fasilitas yang ada di bandara ini mampu mendukung percepatan pembangunan yang kita laksanakan di Aceh.”
Aceh Bagian dari Tujuan Pembangunan Ekonomi Nasional
Dalam kesempatan tersebut Gubernur juga menjelaskan, bahwa Aceh merupakan salah satu tujuan program pembangunan ekonomi nasional, sesuai dengan potensi yang dimiliki daerah ini. Hal tersebut tertuang dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011-2025.
“Dalam masterplan itu disebutkan, bahwa Aceh diplot menjadi koridor pengembangan ekonomi wilayah Sumatera. Untuk menjalankan program itu, Pemerintah akan memperluas jaringan dan akses ekonomi dari Aceh ke nasional dan internasional. Itu sebabnya jalur transportasi mutlak harus diperkuat, termasuk transportasi udara.
Sebagai induk dari transportasi udara di Aceh, maka berbagai fasilitas yang ada di bandara SIM diharapkan akan mampu mengundang lebih banyak penerbangan melintasi langit Aceh. Gubernur berharap peningkatan jumlah penumpang yang menggunakan pesawat dari dan ke luar Aceh diharapkan akan membantu geliat perputaran ekonomi di wilayah paling ujung Sumatera ini.
“Alhamdulillah, hari ini satu lagi maskapai penerbangan yang hadir di Aceh, yaitu Batik Air yang kita ketahui masih satu group dengan Lion Air. Untuk itu kami mengucapkan terimakasih kepada Batik Air yang telah bersedia hadir di Aceh. Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal yang baik Batik Air untuk dapat menghubungkan Aceh dengan wilayah lain di Indonesia,” pungkas Gubernur Aceh.
Acara diakhiri dengan penyerahan duplikat Pesawat Batik Air kepada Gubernur Aceh, Wakil Ketua DPRA, SUlaiman Abda dan Wali Kota Banda Aceh oleh Direktur Batik Air, Rudy Hartono. Sementara itu proses peusijuek dipimpin oleh tokoh Aceh yang juga merupakan Wakil Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Abdurrahman Kaoy, peusijuek dilakukan kepada Pilot Batik Air dan Direktur Batik Air.
Sejumlah awak media juga turut dalam penerbangan perdana yang terbang dengan menggunakan pesawat Batik Air Boeing 737-800. Pesawat yang bertolak dari Bandara SIM pada Pukul 12:45 WIB tersebut dijadwakan akan kembali ke Aceh besok pagi pukul 05:45 WIB.
Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Utama Maskapai Penerbangan Batik Air, General Manager dan Direksi PT Angkasa Pura II, General Manager Batik Air dan Lion Air Cabang Banda Aceh, Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda, Pilot dan Air crew Batik Air
Sumber : Biro Humas Setda Aceh
-
Meski Covid-19, Aceh Masih Bisa Berbuat Lebih Baik untuk Pertumbuhan Ekonomi
Kamis, 23 Juli 2020 -
Pemerintah Keluarkan Edaran Libur Idul Adha
Kamis, 23 Juli 2020 -
Sektor Pariwisata Aceh Harus Siapkan Diri dengan Konsep New Normal
Kamis, 23 Juli 2020 -
Tujuh Pasien Covid-19 Sembuh, Hasil Tracing Ditemukan Tujuh Kasus Baru
Kamis, 23 Juli 2020 -
Plt Gubernur Bersama Kepala SKPA Gelar Do’a untuk Kesembuhan Pasien Covid-19 Secara Daring
Rabu, 22 Juli 2020