Pemerintah Aceh Harus Kembangkan Innovasi Pelayanan Publik
Banda Aceh – Aceh kerap tampil sebagai pionir dalam inovasi pelayanan publik ini. Salah satunnya adalah progam Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) yang awalnya dikembangkan dari Aceh, sekarang program itu telah menjadi program nasional. Hal serupa juga dapat kita kembangkan untuk pelayanan lainya.
Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Aceh, Drs. Dermawan, MM dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten III bidang Administrasi Umum Sekda Aceh, Syahrul Badaruddin SE, M. Si saat membuka Acara Sosialisasi Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2016 di ruang rapat Biro Organisasi Setda Aceh, Senin (7/11)
Dalam sambutannya, Sekda Aceh mengatakan, dalam rangka mendukung pelaksanaan percepatan reformasi birokrasi di bidang pelayanan publik, Pemerintah melalui Kementerian PAN-RB telah menetapkan tahun 2014 sebagai langkah awal tahun inovasi pelayanan publik di Indonesia.
Sejak penetapan tersebut jelasnya, Kementerian PAN-RB mendorong agar setiap kementerian/lembaga dan Pemerintah Daerah mengembangkan paling tidak satu inovasi pelayanan publik setiap tahunnya, atau dalam bahasa Inggris disebut One Agency one Innovation.
“Dengan kompetensi ini, mudah-mudahan Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota di Aceh bisa menjadi salah satu peserta yang kreatif dalam mendorong hadirnya inovasi pelayanan publik di negeri kita ini. Inovasi ini tidak mengharuskan adanya penemuan baru tapi bisa pula sebagai peningkatan dari inovasi yang sudah ada ” kata Dermawan
Adapun tujuan dari kompetensi tersebut jelas Sekda agar tersedianya mekanisme yang akuntabel untuk menjaring praktik baik di bidang layanan publik, meningkatkan kreativitas dan inovasi di lingkungan kementerian/ lembaga/pemerintah daerah, mendorong para pembina, penyelenggara dan pelaksana pelayanan publik mempercepat upaya peningkatan pelayanan publik, memberikan inspirasi bagi para penyelenggara agar secara terus menerus peningkatan pelayanan, merubah persepsi dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap reformasi birokrasi melalui peningkatan kualitas pelayanan publik dan Sebagai entry point untuk mendukung lahirnya ide kreatif dalam pelayanan publik yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sekda berharap melalui sosialisasi dan bimbingan teknis terkait tata cara dan metode semua lembaga di jajaran Pemerintah Aceh memahami dengan jelas ketentuan dalam kompetisi ini.
“Usai sosialisasi ini, Bapak/Ibu langsung bisa berimajinasi tentang bentuk inovasi yang akan ditonjolkan dari Aceh.” Pungkas Dermawan
Sumber: http://humas.acehprov.go.id/
-
Meski Covid-19, Aceh Masih Bisa Berbuat Lebih Baik untuk Pertumbuhan Ekonomi
Kamis, 23 Juli 2020 -
Pemerintah Keluarkan Edaran Libur Idul Adha
Kamis, 23 Juli 2020 -
Sektor Pariwisata Aceh Harus Siapkan Diri dengan Konsep New Normal
Kamis, 23 Juli 2020 -
Tujuh Pasien Covid-19 Sembuh, Hasil Tracing Ditemukan Tujuh Kasus Baru
Kamis, 23 Juli 2020 -
Plt Gubernur Bersama Kepala SKPA Gelar Do’a untuk Kesembuhan Pasien Covid-19 Secara Daring
Rabu, 22 Juli 2020