Bupati Aceh Selatan Lantik 214 Pejabat
Tapaktuan - Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra, kembali menggelar mutasi secara besar- besaran. Sebanyak 214 pejabat eselon II,III dan IV dilantik dan puluhan lainnya nonjob. Pelantikan dan pengambilan sumpah para pejabat itu berlangsung di gedung pertemuan Rumoh Agam, Tapaktuan Jumat (22/1), sore.
Dihadiri Ketua DPRK T.Zulhelmi, Unsur Forkopimda dan sejumlah pimpinan SKPK. 214 pejabat yang dilantik meliputi 11 pejabat eselon II, 70 eselon III dan 131 eselon IV. Selain itu, tiga pejabat eselon II dan 14 eselon III serta puluhan eselon IV, menempati posisi nonjob. Para pejabat eselon II yang dilantik Tio Akhyat (Asisten Pemerintahan dan Tatapraja), Zaini Bakri (Asisten Ekonomi Pembangunan), H.Said Azhar (Asisten Administrasi Umum), Halimatussakdiah menjadi Kadisbudtapora, H.Rasyidin menjadi Kepala Inspektorat, H.Lahmuddin sebagai Kadisdukcapil, H.Akmal Hilma, sebagai Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Emmifizal sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM), Martunis sebagai Kadis Pendidikan, H.Basaruddin Sam, sebagai Kadinsosnakertrans dan H.Halimuddin sebagai Sekretaris DPRK Aceh Selatan. Sedangkan 70 eselon III yang dilantik, di antaranya enam orang camat, seorang kepala kantor, dua Kabag Setdakab, sejumlah sekretaris badan dan dinas serta para kabid dan sekretaris kecamatan (Sekcam).
Bupati Sama Indra dalam sambutannya seusai melantik dan mengambil sumpah para pejabat tersebut mengatakan jabatan bukanlah hak setiap pegawai, tetapi kepercayaan pimpinan atas prestasi dan kelayakannya. Hal utama dituntut adalah loyalitas dalam arti positif, karena loyalitas akan membawa ketaatan terhadap penugasan. Tanpa loyalitas sulit mewujudkan tim kerja yang kompak, solid, terpadu dan kuat. Seorang pejabat harus beretika, ibarat berjalan dan berbaris tidak boleh melompat dan mengangkangi, karena barisan itu berjalan sesuai aba-aba, irama, tidak semaunya sendiri.
Sebagai pimpinan harus siap bekerja keras mewujudkan layanan terbaik kepada masyarakat dan bukan sebaliknya menuntut fasilitas dan minta dilayani. "Jauhkan diri dari sifat sombong, angkuh dan merasa berkuasa", katanya. Ia meminta para pejabat baru segera membuat program nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. Tidak sekedar bertiori dan banyak bicara, tanpa implementasi di lapangan. Suatu kegiatan memang lebih penting dan bermakna dari seribu kata-kata.Sebagaimana dikatakan pakar periklanan David Ogilvy: ‘’Apa yang anda perlihatkan, jauh lebih penting dari apa yang anda katakan’’.
Oleh sebab itu hindari ego sektoral karena masing- masing unit sama pentingnya. Tidak ada unit paling penting dan tidak ada yang tidak penting. Kinerja masing- masing unit saling berpengaruh terhadap kinerja pemerintah daerah Aceh Selatan. Menurut dia, berkompetisi dalam bekerja merupakan hal yang lumrah dalam rangka peningkatan etos kerja, sepanjang dalam koridor positif, bukan dengan cara tidak beretika dan saling memfitnah.
Sumber: http://www.acehselatankab.go.id/
-
Meski Covid-19, Aceh Masih Bisa Berbuat Lebih Baik untuk Pertumbuhan Ekonomi
Kamis, 23 Juli 2020 -
Pemerintah Keluarkan Edaran Libur Idul Adha
Kamis, 23 Juli 2020 -
Sektor Pariwisata Aceh Harus Siapkan Diri dengan Konsep New Normal
Kamis, 23 Juli 2020 -
Tujuh Pasien Covid-19 Sembuh, Hasil Tracing Ditemukan Tujuh Kasus Baru
Kamis, 23 Juli 2020 -
Plt Gubernur Bersama Kepala SKPA Gelar Do’a untuk Kesembuhan Pasien Covid-19 Secara Daring
Rabu, 22 Juli 2020