DPRA Bahas Progres Pembangunan Mesjid Raya Baiturrahman
Banda Aceh - Rapat Kerja Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang dihadiri seluruh Anggota Komisi IV Terkait Progres Pembangunan Landscape Dan Infrastruktur Mesjid Raya Baiturrahman (MRB) Banda Aceh diagendakan Selasa, 15 Maret 2016, pukul 10.00 WIB sampai dengan 14.00 WIB di Ruang Rapat Badan Musyawarah lantai 2 Gedung Sekretariat DPRA.
Acara Rapat Kerja ini turut dihadiri Kepala Dinas Cipta Karya Aceh, Ir Zulkifli, MM., Direktur Operasi PT. Waskita Karya (Persero)Tbk., Adi Wibowo bersama jajaran, perwakilan perusahaan pemasok material dan pabrikasi payung elektrik PT. Megacipta Elektrik, Herry M., perwakilan arsitek PT. Artefak Arkindo, perwakilan Konsultan PT. Perentjana Djaja.
Dari pembicaraan yang berkembang dalam rapat, jajaran PT. Waskita Karya menjelaskan bahwa penggunaan bekisting batako untuk meluruskan pemancangan sheetpile yang tidak lurus akibat kondisi tanah. Pemesanan batako tersebut bersumber dari pasar lokal di Banda Aceh dan sekitarnya, ada 2 sumber yang dipilih sebagai pemasok batako. Ada beberapa material batako yang belum cukup "matang" untuk dipakai yang ditemukan pada saat Dewan yang terhormat memeriksa lokasi proyek. Sejak temuan tersebut, Direktur Operasi PT. Waskita Karya (Persero)Tbk., Adi Wibowo mengambil kebijakan, terhadap material batako yang tidak sesuai standar mutu segera dikembalikan kepada pemasok. Hanya material yang sesuai persyaratan yang dapat masuk ke lokasi proyek.
*klik di sini untuk unduh proyeksi Pembangunan Mesjid Raya Baiturrahman
Dari hasil Rapat kerja diperoleh keputusan yang semulanya diambil dari usulan Direktur PT. Waskita, Adi Wibowo. yaitu;
1. Akan dibentuk satu unit ke"Humas"an dilokasi proyek MRB untuk memfasilitasi masyarakat, eksekutif, legislatif maupun media yang ingin "memantau" pembangunan MRB.
2. Realisasi pembangunan MRB periode 12 Maret 2016 mencapai 27% diatas target 22%. Diharapkan pengertian dari masyarakat Aceh bisa memaklumi kegiatan renovasi Plafond dalam MRB. Direncanakan sebagian halaman MRB sudah dibuka dan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan shalat di bulan Ramadhan.
3. Kiranya pihak Pemerintah Aceh dapat membantu proses percepatan penyerahan jaringan riol/drainasse lingkungan MRB milik Kota Banda Aceh kepada Pengelola MRB untuk pengembangan sistem pembuangan air wudhug/hujan di area basement MRB.
Menutup acara Rapat Kerja ini, Ketua Komisi IV DPRA, Tgk Anwar Ramli, S.Pd berpesan, Mesjid Raya Baiturrahman termasuk asset purbakala milik Aceh. Aceh memilih PT. Waskita karena kami rakyat aceh ingin MRB dibangun oleh pihak yang profesionalitasnya tingkat internasional "syukur alhamdulillah saat ini aceh mampu membayar pihak seperti waskita untuk mengembangkan Mesjid Raya Baiturrahman dan Pihak Waskita harus paham, semua mesjid di kampung-kampung dibatalkan pembangunannya untuk mencukupi anggaran proyek MRB ini ".
Sumber: http://dpra.acehprov.go.id/
-
Meski Covid-19, Aceh Masih Bisa Berbuat Lebih Baik untuk Pertumbuhan Ekonomi
Kamis, 23 Juli 2020 -
Pemerintah Keluarkan Edaran Libur Idul Adha
Kamis, 23 Juli 2020 -
Sektor Pariwisata Aceh Harus Siapkan Diri dengan Konsep New Normal
Kamis, 23 Juli 2020 -
Tujuh Pasien Covid-19 Sembuh, Hasil Tracing Ditemukan Tujuh Kasus Baru
Kamis, 23 Juli 2020 -
Plt Gubernur Bersama Kepala SKPA Gelar Do’a untuk Kesembuhan Pasien Covid-19 Secara Daring
Rabu, 22 Juli 2020