Gubernur Resmikan Rumah Sakit di Aceh Tenggara
Aceh Tenggara – Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah, meresmikan Rumah Sakit Swasta Nurul Hasanah, di Aceh Tenggara, Minggu (27/03). Gubernur mengharapkan rumah sakit tersebut bisa memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat.
Gubernur meyakini kehadiran Rumah Sakit Nurul Hasanah akan memperkuat pelayanan kesehatan yang ada di Aceh Tenggara, termasuk layanan kesehatan yang diberikan RSUD Kutacane. Apalagi, Sakit Nurul Hasanah siap melayani pasien BPJS. Gubernur meminta Pemerintah Aceh Tenggara berkenan membantu memfasilitasi kualitas rumah sakit tersebut sehingga dapat meringankan beban yang selama ini ditanggung RSUD Kutacane.
Bagi Gubernur Zaini, hadirnya rumah sakit tersebut ibarat pepatah: ‘Pucuk dicinta ulam pun tiba‘. “Apa yang telah dilakukan oleh yayasan Nurul Hasanah sangat sesuai dengan cita-cita saya untuk membangun Rumah Sakit Regional yang hingga saat ini masih tertunda,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, dalam Rencana Pembangunan jangka Menengah (RPJM) Aceh 2012-2017, salah satu dari 10 program yang diprioritaskan adalah pembangunan di bidang kesehatan. Dalam APBA 2016, sektor kesehatan mendapat perhatian lebih besar. Saat ini, 13 persen dari total anggaran Pemerintah Aceh dialokasikan untuk pembangunan di bidang kesehatan.
“Program kesehatan akan kita fokuskan pada peningkatan layanan, sehingga masyarakat di seluruh wilayah Aceh bisa mendapatkan layanan yang baik, cepat dan efektif,” ujar Gubernur Zaini.
Untuk mendukung perbaikan di sektor kesehatan tersebut, Pemerintah Aceh telah menggulirkan beberapa program . Di akhir tahun 2015, Pemerintah Aceh telah menandatangani kesepakatan dengan BPJS, terkait dengan keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Rakyat Aceh.
Dengan perjanjian tersebut, ujar gubernur, pelayanan kesehatan secara gratis akan terus diberikan kepada rakyat Aceh. “Tentunya kita tetap melakukan pembenahan dan perbaikan terhadap program tersebut,” ujarnya.
Untuk mendukung program yang sudah ada, Pemerintah Aceh juga mendorong agar lembaga non-pemerintah turut berperan memperkuat program kesehatan di Aceh. Oleh karena itu, Pemerintah Aceh sangat mengapresiasi langkah Yayasan Nurul Hasanah yang telah membangun Rumah sakit Nurul Hasanah.
Gubernur menyebutkan, peningkatan pelayanan tidak cukup dengan memberikan biaya kesehatan secara cuma-cuma kepada masyarakat tapi harus pula disertai dengan sistem layanan yang baik. Ia mengatakan, seiring perkembangannya, Rumah Sakit Nurul Hasanah harus terus berupaya melengkapi peralatan dan SDM yang memadai.
“Karena itu saya meminta pengelola RS Nurul Hasanah mampu menjawab kebutuhan ini agar dapat tampil sebagai sebuah rumah sakit ideal di tingkat daerah. Kualitas dan kapasitas tim medis juga harus mendapat perhatian agar pelayanan kepada pasien berjalan efektif,” ujar gubernur.
Rumah sakit yang berada dalam naungan Yayasan Nurul Hasanah itu sudah mulai beroperasi pada Januari 2016 itu, sudah didukung oleh 13 Dokter Spesialis, 10 Dokter Umum 10 dan dua orang Dokter Gigi. Rumah Sakit itu memiliki kapasitas 150 Tempat Tidur dan terbagi atas beberapa kelas, yaitu Kelas Super VVIP, VIP dan Kelas 1, 2 dan 3.
Usai menyampaikan sambutan, gubernur dan istri, didampingi oleh Bupati Aceh Tenggara dan kepala RS Nurul Hasanah melakukan pengguntingan pita dan menandatangani prasasti tanda diresmikannya pengoperasian rumah sakit tersebut.
Sumber : humas.acehprov.go.id
-
Meski Covid-19, Aceh Masih Bisa Berbuat Lebih Baik untuk Pertumbuhan Ekonomi
Kamis, 23 Juli 2020 -
Pemerintah Keluarkan Edaran Libur Idul Adha
Kamis, 23 Juli 2020 -
Sektor Pariwisata Aceh Harus Siapkan Diri dengan Konsep New Normal
Kamis, 23 Juli 2020 -
Tujuh Pasien Covid-19 Sembuh, Hasil Tracing Ditemukan Tujuh Kasus Baru
Kamis, 23 Juli 2020 -
Plt Gubernur Bersama Kepala SKPA Gelar Do’a untuk Kesembuhan Pasien Covid-19 Secara Daring
Rabu, 22 Juli 2020