Desember 2018, Aceh Inflasi 0,38 Persen
Banda Aceh -Pada bulan Desember 2018 di Kota Banda Aceh terjadi inflasi sebesar 0,02 persen, Kota Lhokseumawe inflasi sebesar 1,05 persen dan Kota Meulaboh inflasi sebesar 0,48 persen. Secara agregat untuk Provinsi Aceh gabungan 3 kota pada bulan Desember 2018 mengalami inflasi sebesar 0,38 persen.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Statistik Wahyudin pada acara Press Release berita resmi statistik bulan Desember 2018 di Aula BPS Aceh, Rabu (2/1/2019).
"Inflasi yang terjadi di Provinsi Aceh Gabungan 3 Kota disebabkan oleh meningkatnya indeks harga konsumen untuk kelompok-kelompok pengeluaran bahan makanan inflasi sebesar 1,12 persen, transpor, komunikasi dan jasa keuangan inflasi sebesar 0,35 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau inflasi sebesar 0,15 persen, pendidikan, rekreasi dan olah Raga inflasi sebesar 0,12 persen, kesehatan inflasi sebesar 0,07 persen, perumahan,air, listrik, gas dan bahan bakar inflasi sebesar 0,02 persen. sementara itu, sandang mengalami deflasi 0,18 persen," jelasnya.
Komponen inti untuk Provinsi Aceh pada Desember 2018 mengalami inflasi sebesar 0,06 persen, komponen yang harganya diatur Pemerintah inflasi sebesar 0,21 persen, dan komponen bergejolak mengalami inflasi sebesar 1,14 persen.
"Pada bulan Desember 2018 harga berbagai komoditas di Provinsi Aceh (Gabungan 3 Kota) secara umum menunjukkan adanya peningkatan. hal ini ditandai dengan naiknya Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 129,19 pada November 2018 menjadi 129,68 pada Desember 2018 atau terjadi inflasi sebesar 0,38 persen. lnflasi tahun kalender dan year on year untuk Provinsi Aceh sebesar 1,84 persen," tambahnya.
Dari 121 jenis barang dan jasa yang mengalami perubahan harga untuk Kota Provinsi Aceh di bulan Desember 2018, 81 jenis barang dan jasa mengalami peningkatan harga dan 40 jenis barang dan jasa menunjukkan adanya penurunan harga.
"Beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga pada bulan Desember 2018 antara lain tongkol/ambu-ambu dengan andil sebesar 0,1966 persen, tomat sayur 0,0743 persen, daging ayam ras 0,0497 persen, bawang merah 0,0402 persen dan cumi-cumi 0,0353 persen," ujarnya.
Sedangkan beberapa komoditas di Provinsi Aceh yang mengalami penurunan harga pada bulan Desember2018 antara lain udang basah dengan andil sebesar 0,0590 persen, jeruk 0,0553 persen, cabai merah 0,0460 persen, cabe rawit 0,0319 persen dan cabe hijau 0,0265 persen.(jal)
Sumber : diskominfo.acehprov.go.id
-
Meski Covid-19, Aceh Masih Bisa Berbuat Lebih Baik untuk Pertumbuhan Ekonomi
Kamis, 23 Juli 2020 -
Pemerintah Keluarkan Edaran Libur Idul Adha
Kamis, 23 Juli 2020 -
Sektor Pariwisata Aceh Harus Siapkan Diri dengan Konsep New Normal
Kamis, 23 Juli 2020 -
Tujuh Pasien Covid-19 Sembuh, Hasil Tracing Ditemukan Tujuh Kasus Baru
Kamis, 23 Juli 2020 -
Plt Gubernur Bersama Kepala SKPA Gelar Do’a untuk Kesembuhan Pasien Covid-19 Secara Daring
Rabu, 22 Juli 2020