Januari 2019, Aceh Inflasi 0,4 Persen
Banda Aceh - Pada Januari 2019, Provinsi Aceh mengalami inflasi sebesar 0,4 persen. Angka tersebut merupakan rata-rata dari nilai inflasi di Kota Banda Aceh, Kota Lhokseumawe dan Kota Meulaboh.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Statistik Wahyudin pada acara Press Release berita resmi statistik bulan Januari 2019 di Aula BPS Aceh, Jum'at (1/2/2019).
Inflasi yang terjadi di Provinsi Aceh disebabkan oleh meningkatnya indeks harga konsumen untuk kelompok-kelompok pengeluaran bahan makanan inflasi sebesar 1,71 persen, sandang mengalami inflasi 0,39 persen, kesehatan inflasi sebesar 0,30 persen makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau inflasi sebesar 0,22 persen dan perumahan air, listrik gas dan bahan bakar inflasi sebesar 0,22 persen. sementara itu, transpor komunikasi dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar 0,95 persen dan pendidikan, rekreasi dan olahraga deflasi sebesar 0,02 persen.
"Inflasi year on year (januari 2019 terhadap januari 2018) untuk Kota Banda Aceh sebesar 2,71 persen. Kota Lhokseumawe 1,86 persen. Kota Meulaboh 2,02 persen dan Provinsi Aceh 2,37 persen," sebutnya.
Komponen inti untuk Provinsi Aceh pada januari 2019 mengalami inflasi sebesar 0,23 persen komponen yang harganya diatur Pemerintah deflasi sebesar 0,60 persen dan komponen bergejolak mengalami inflasi sebesar 1,75 persen.
Beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga pada bulan januari 2019, ungkap Wahyudin, antara lain tongkol/ambu-ambu dengan andil sebesar 0,0671 persen, daging ayam ras 0,0615 persen, udang basah 0,0607 persen, cumi-cumi 0,0548 persen dan beras 0,0483 persen.
"Sedangkan beberapa komoditas di Provinsi Aceh yang mengalami penurunan harga pada bulan januari 2019 antara lain angkutan udara dengan andil sebesar 0,1028 persen, bensin 0,0518 persen, cabai merah 0,0426 persen. tomat sayur 0,0227 persen dan wortel 0,0170 persen," tuturnya.
Dari 82 Kota di Indonesia yang dipantau harganya pada januari 2019, tercatat 73 Kota mengalam inflasi sedangkan 9 Kota mengalami deflasi, inflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 1,23 persen dan yang terendah di Kota Pematang Siantar sebesar 0,01 persen, deflasi tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar 0,87 persen dan yang terendah Kota Marauke sebesar 0,01 persen, secara urutan inflasi tertinggi, Kota Meulaboh berada pada urutan 8, Kota Banda Aceh pada urutan 32 dan Kota Lhokseumawe pada urutan 65.
"Sedangkan bila dilihat dari 23 kota di Sumatera. inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 1,23 persen dan yang terendah di Kota Batam sebesar 0,08 persen," imbuhnya.
Dari 33 Provinsi yang dilaporkan, 15 Provinsi mengalami peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) dengan angka tertinggi terjadi di Riau sebesar 2,59 persen sedangkan 18 Provinsi lain mengalami penurunan NTP dengan angka tertinggi terjadi di Papua sebesar 1,58 persen. NTP Nasional sendiri berada pada angka 103,33 atau mengalami peningkatan indeks sebesar 0,16 persen dibanding periode sebelumnya.
"Berdasarkan pemantauan harga-harga kebutuhan rumah tangga di beberapa daerah perdesaan dalam Provinsi Aceh selama januari 2019, terjadi inflasi di perdesaan sebesar 0.28 persen," katanya.
Nilai ekspor melalui pelabuhan Provinsi Aceh pada bulan desember 2018 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan bulan november 2018, nilai ekspor Provinsi Aceh sebesar 9.609.245 USD atau mengalami peningkatan sebesar 23,61 persen. pencapaian nilai ekspor pada periode januari-desember 2018 menunjukkan peningkatan 78,98 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2017.
Nilai impor Provinsi Aceh pada bulan desember 2018 tercatat sebesar 2.227.541 USD, nllal ini mengalami penurunan sebesar 30,17 persen dibandingkan bulan november 2018.
Neraca perdagangan Provinsi Aceh pada bulan desember 2018 mengalami surplus sebesar 7.381.704 USD, mengalami penurunan sebesar 21,38 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. persentase perubahan neraca perdagangan secara year on year (desember 2018 terhadap desember 2017) mengalami penurunan sebesar 5,72 persen.
Persentase total ekspor komoditi asal Provinsi Aceh yang diekspor melalui Provinsi lain pada desember 2018 sebesar 57,92 persen terhadap total ekspor komoditi asal Provinsi Aceh yang sebesar 22.834.956 USD.
Pada bulan desember 2018 jumlah penumpang yang tercatat di Bandar Udara Sultan Iskandar Muda mencapai 85.499 orang, atau mengalami peningkatan sebesar 3,33 persen jika dibandingkan dengan bulan november 2018. secara total di Provinsi Aceh (belum termasuk Bandara Alas Leuser), jumlah penumpang pada bulan desember 2018 mencapai 97.021 orang.
Penumpang internasional yang berangkat dari Provinsi Aceh melalui Bandar Udara Sultan Iskandar Muda pada bulan desember 2018 sebanyak 12.142 orang, mengalami peningkatan sebesar 42.36 persen dibandingkan bulan november 2018. penumpang internasional yang datang pada bulan desember 2018 sebanyak 10.161 orang, mengalami peningkatan sebesar 19.98 persen jika dibandingkan bulan november 2018.
Penumpang angkutan laut terbanyak pada bulan desember 2018 terdapat pada pelabuhan Ulee Lheue yaitu tercatat sebanyak 86.680 penumpang, mengalami peningkatan sebesar 42.75 persen terhadap bulan november 2018. secara total di Provinsi Aceh, jumlah penumpang pada bulan desember 2018 mencapai 192.953 orang, mengalami peningkatan sebesar 43,50 persen dibandingkan bulan november 2018.
Wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk melalui pintu kedatangan di Provinsi Aceh pada bulan desember 2018 sebanyak 4.056 orang atau mengalami peningkatan sebesar 138,59 persen dibandingkan dengan bulan november 2018. secara kumulatif pencapaian jumlah wisman januari-desember 2018 meningkat sebesar 2,06 persen terhadap periode yang sama tahun 2017.
Tingkat penghunian kamar (tpk) Hotel berbintang di Provinsi Aceh pada bulan desember 2018 sebesar 43,38 persen, mengalami penurunan sebesar 4,79 poin dibandingkan bulan november 2018,(wn/jl).
Sumber : diskominfo.acehprov.go.id
-
Meski Covid-19, Aceh Masih Bisa Berbuat Lebih Baik untuk Pertumbuhan Ekonomi
Kamis, 23 Juli 2020 -
Pemerintah Keluarkan Edaran Libur Idul Adha
Kamis, 23 Juli 2020 -
Sektor Pariwisata Aceh Harus Siapkan Diri dengan Konsep New Normal
Kamis, 23 Juli 2020 -
Tujuh Pasien Covid-19 Sembuh, Hasil Tracing Ditemukan Tujuh Kasus Baru
Kamis, 23 Juli 2020 -
Plt Gubernur Bersama Kepala SKPA Gelar Do’a untuk Kesembuhan Pasien Covid-19 Secara Daring
Rabu, 22 Juli 2020