Selamat Datang di Situs Resmi Pemerintah Aceh

Kolaborasi Digital Indonesia - Arab Saudi

Pemerintahan Kamis, 04 Juli 2019 - Oleh opt4

Berawal dari cetusan ide di sela acara G20 tahun 2017 lalu, kini MoU Kolaborasi Digital antara Indonesia dan Arab Saudi telah ditandatangani oleh Menteri Komunikasi dan Informatika dari kedua negara. Arab Saudi tertarik berkolaborasi karena Indonesia merupakan negara dengan internet economy terbesar di ASEAN. Kolaborasi tersebut akan menghadirkan program-program pengembangan wirausaha muda di bidang teknologi digital. Investasi digital juga akan semakin kencang, untuk makin meningkatkan peran ekonomi digital bagi kedua negara. Tidak berhenti di sana, Indonesia juga akan berkolaborasi dengan Arab Saudi untuk mengembangkan riset Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence), Internet of Things (IoT), Robotika, Cloud Computing, Blockchain, dll. 

Indonesia dianggap partner strategis untuk mencapai visi 2030 Arab Saudi. Kenapa? Salah satu alasannya karena, Indonesia berpengalaman dalam pengembangan ekonomi digital. Salah satunya, ditandai dengan adanya unicorn-unicorn yang sudah sering digunakan, seperti Gojek, Bukalapak, Tokopedia, Traveloka. 

Kenapa Arab Saudi memilih kolaborasi digital dengan indonesia? Karena Arab Saudi tertarik kolaborasi karena Indonesia merupakan negara dengan internet economy terbesar di ASEAN dan menjadi “tanah air” bagi 3 unicorn dan 1 decacorn kurang dari 4 tahun. Dan menurut laporan McKinsey 2018, ternyata ekonomi digital dapat mendorong terciptanya 26 juta pekerjaan baru di sektor UKM sebagai dampak perdagangan online pada 2022. Teknologi digital juga dipercaya dapat meningkatkan PDB sebesar $ 150 miliar dan menambah 3,7 miliar pekerjaan pada tahun 2025. 

Kolab Digital yang satu ini punya manfaat besar, yaitu peluang investasi pertukaran pengetahuan dari kedua negara dapat mendukung pengembangan ekonomi digital, yang mampu mendorong perkembangan UKM dalam negeri. Selain itu, kerjasama ini juga akan menguntungkan jamaah umrah Indonesia. Jamaah umrah Indonesia jumlahnya terbesar kedua di dunia setelah Pakistan yang mencapai 1.017.651 orang. Di sisi lain, kita masih punya PR besar karena masih banyak masalah dan penyelewengan dana umroh oleh oknum agen travel.  Dengan adanya #KolabDigitalSauNesia ini akan ada Start Up Umrah atau Umrah Digital Enterprise yang digarap bareng kedua negara. 

Kerjasama kedua negara ini juga bakal menghadirkan layanan Umrah generasi baru! Inovasi Umrah digital akan memudahkan jamaah Umrah dalam mengurus perjalanan serta melibatkan sektor UKM. Penyelenggaraan Umrah akan semakin transparan, tidak perlu kuatir sama akan penyelewengan dana oleh oknum travel, karena biaya Umrah dapat dibandingkan dan dipantau secara online. Jika tidak mau repot ngatur perjalanan sendiri, masih bisa melalui travel yang pastinya akan memberikan layanan prima dengan harga kompetitif. 

 

Sumber : Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Komunikasi dan Informatika RI didukung oleh Tim Komunikasi Pemerintah Kementerian Komunikasi dan Informatika RI

 

Last Update Generator: 27 Apr 2026 10:58:42